Bukan Napas Api bak Naga, Hewan Ini Punya 'Senjata' yang Tak Kalah Berbahaya



 Naga adalah makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa. Ia biasanya dimunculkan dalam berbagai perayaan kebudayaan.

Umumnya, seekor naga digambarkan sebagai wujud dari ular besar, namun ada pula yang mendeskripsikannya sebagai freebet slot online kadal bersayap yang memilik beberapa kepala dan dapat mengembuskan napas api.

Tetapi meskipun literatur sejarah dan modern terkait naga amat banyak, tidak ditemukan bukti fisik yang menyimpulkan bahwa makhluk legendaris ini ada.

Selain itu, tidak ada makhluk hidup di Bumi yang bisa menyemburkan api dari mulutnya, seperti naga. Meski demikian, tahukah Anda bahwa ada beberapa yang mampu memuntahkan asap, racun, dan kotoran berbahaya dari tubuh mereka?

Bahkan ada karnivor yang dapat menyebarkan judi slot terbaik Indonesia api, sehingga mereka bisa mendapatkan mangsa incarannya dengan gampang.

BACA JUGA : 

Kementan Lepas Ekspor 28 Ton Obat Hewan ke Korea Selatan Senilai 3,6 Miliar Rupiah


"Tidak ada binatang yang tahan atau kebal api," kata Rachel Keeffe, seorang mahasiswa doktoral yang mempelajari reptil dan amfibi di University of Florida, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Ada satwa yang dapat menahan suhu super tinggi seperti ventilasi hidrotermal --retakan di permukaan planet yang secara geotermal memanaskan perairan. Cacing tertentu contohnya, bisa hidup di lingkungan super panas, tetapi bukan api," imbuhnya, sebagaimana dilansir dari Live Science, Minggu (14/4/2019).

Ambil perumpaan, ular kobra penyembur --spesies kobra yang dapat menyemburkan racun dari taring mereka ketika mempertahankan diri.

Kalajengking afrotropical dalam genus Parabuthus, juga dapat menyemprotkan bisa yang sangat mematikan.

Selain itu, ada pula tokek Strophurus yang mampu 'menembakkan' goo (zat lengket atau berlendir) dengan bau tidak sedap dari ekornya untuk menakuti predator.

"Itu tidak beracun atau apa pun, hanya kotoran saja," imbuh Keeffe, yang ikut menulis dan mengilustrasikan buku The Anthropology of Dragons: A Global Perspective.

liar lain yang punya pertahanan dari bokong mereka antara lain sigung (Mephitidae) dan kumbang pengebom (Pheropsophus jessoensis), yang mengeluarkan kentut berupa bahan kimia beracun ketika terancam.

Namun, ketika membahas tentang si jago merah, raptor Australia adalah juaranya.

Tiga spesies burung predator Down Under --elang paria (Milvus migrans), elang siul (Haliastur sphenurus) dan elang coklat (Falco berigora)-- pernah dilaporkan bersembunyi di tengah kebakaran semak yang luas dan kemudian tiba-tiba mengambil rumput atau ranting-ranting yang dilahap api dengan cakar mereka.

Unggas-unggas  itu kemudian menggunakan api yang mereka genggam untuk menyalakan api baru di tempat lain. Cara ini ternyata membuat mangsa mereka yang bersembunyi, keluar dari sana.

Temuan tersebut telah dilaporkan dalam Journal of Ethnobiology untuk dipelajari lebih lanjut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan Terpaporit

Harti judi Soccer Online slot online pulsa

3 Kasus Tragis Orang Dimakan Buaya hingga Tewas, Ada yang Hewan Peliharaan